Lembaran Hati yang Terkoyak
bila mentari esok adalah yang terakhir untukku…

Apr
19

bingung.jpgMalam ini udara terasa dingin, maklum beberapa jam yang lalu hujan baru aja mengguyur habis
kota
Malang. Entah itu hujan sungguhan ato buatan, yang jelas diakui ato tidak,  hujan lebat itu sedikit menghambat aktivitas warga, termasuk si Aseb, yang sedari tadi nampak menunggu hujan reda.

 

 Benar saja, beberapa detik setelah hujan reda, si Aseb segera mengambil kunci motor dan flashdisknya. Maklum, dalam tugas yang diberikan oelh gurunya kali ini Aseb bener-bener kudu browsing di internet. Soalnya, selain dia nggak punya buku literatur, siang tadi buku catatannya tertinggal di kelas.

 

             Dewi fortuna sedang memihak Aseb kali ini. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Biasanya warnet langganan Aseb selalu dipenuhi pelanggan dan harus rela mengantri lama untuk mendapatkan giliran. Namun kali ini, hanya Aseb seorang yang berada di warnet itu, tentu saja dengan operator dan beberapa karyawan warnet.

 Segera saja si Aseb berselancar untuk mencari beberapa bahan untuk dijadikan bahan presentasi mata pelajaran sosiologi besok. Kebetulan, Aseb mendapatkan jatah bab ”Penyimpangan Perilaku Masyarakat”.

Betapa terkejutnya si Aseb setelah melihat beberapa artikel di gugul.com yang menunjukkan fenomena remaja yang dalam kamus Aseb disebut pendewasaan dini. Salah satunya, dia membaca artikel yang ditulis oleh Rita Damayanti, seorang doktor dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, yang menyatakan bahwa seratus pelajar di Jakarta telah melakukan seks bebas, parahnya lagi perilaku itu dibarengi dengan penyalahgunaan narkoba. Tujuh dari seratus pelajar pernah mengkonsumsi narkoba, baik dalam bentuk hisap, pil, maupun suntik.

 

Yang membuat hati Aseb dag..dig..dug.. lagi, sedikitnya, 38.288 remaja di Kab. Bandung diduga pernah berhubungan intim di luar nikah. Jumlah remaja di Kab. Bandung sebanyak 765.762, jadi remaja yang melakukan seks bebas berkisar antara 38.288 hingga 53.603 orang.

 

Dan yang paling hot, ternyata aliran narsis udah kepalang parah. Kalo cuma suka difoto aja ga masalah. Tapi, hobi baru yang merambah kalangan remaja, bahkan pejabat negeri ini adalah demam difoto polos, alias tanpa busana. Dan hebohnya lagi, bikin video porno atawa blue film kayaknya lagi jadi tren di semua kalangan. Di dunia maya, malah sudah beredar ”kreativitas” anak negeri, yang jumlahnya nggak kalah dengan film-film produksi Hollywood. Itu baru filmnya, kalo ngomong tentang situs porno besutan putera-puteri bangsa alias lokal, jumlahnya ada sekitar 1100 situs porno dan yang paling asyik, semuanya free.

Yang paling gress adalah peristiwa pemukulan (baca:pembunuhan) di sebuah sekolah yang notabene mencetak calon-calon pemimpin masa depan. Tiga puluh empat sudah, siswa yang tewas dalam kurun satu dekade ini. Malah, pembunuh-pembunuh itu kini berkeliaran sebagai pejabat. Wow, mukulin adik kelasnya aja tega, apalagi nggebukin rakyat kecil?

 Aseb tertegun sejenak. Dalam hati dia menggerutu,” kok bisa ya, negeri ini dipimpin sama orang-orang yang seperti itu. Belum tuntas dengan korupsi, keluar lagi kasus film biru di semua kalangan, terus, calon-calon pemimpin malah mengotori tangannya dengan pembunuhan. Kalo generasi muda sekarang menjadi pemimpin kelak, trus mau dibawa kemana negeri ini? Mau jadi generasi biru, ato generasi terminator, ya? Trus adil dan makmur serta gemah ripah loh jinawi cuma ada dalam mimpi, kali? Emang bener kata orang, kita ini Baru Bisa Mimpi.”

”Dik, dik , udah selesai nge-netnya? Jangan ketiduran disini, pegawainya mau pulang semua. Sekarang udah jam satu malem.” tegur seorang petugas warnet kepada si Aseb yang sedang tidur di depan komputer.Dasar si Aseb, jangan ikut-ikutan jadi pemimpi donk! (2As)

Mar
11

love-heart.jpg

CINTA. Lima huruf yang selalu bikin “penderita”nya merasakan gejala-gejala fisik dan non-fisik yang abnormal bin aneh. Sekalipun itu mustahil, demi cinta ia akan rela berkorban dan menderita. Cinta ga pernah pandang bulu. Mulai dari yang muda hingga tua, mulai dari yang pipinya masih kencang hingga yang sudah keriput, gampang banget terkena sindrom ini. Seperti kata Bryan Adams, “ I would fight for you, I’d lie for you, walk the wire for you, I’d die for you. You know I’ts true, everything I do I do it for you.”
Pernah nggak, tiba-tiba kamu ngerasa grogi, dag-dig-dug, keluar keringat dingin dan kaki gemetaran? Yup, itu tandanya kamu harus segera ke toilet. Ups, sorry just kidding. Tanda-tanda seperti itu biasanya muncul pada saat pandangan pertama dengan seseorang yang istimewa. Seperti kata A. Rafiq, “lirikan matamu…. menarik hati…” Setiap mau tidur, terlintas wajah doi, saat melihat gelapnya langit dan indahnya kerlipan cahaya bintang, terbayang wajah doi, waktu buang air di toilet, teringat….(waduh, ga usah dilanjutin). Nggak salah lagi, saat ini, kamu sedang terkena sindrom cinta stadium awal. Begitu ngeliat, eh langsung jatuh hati. Ada yang klop, dua-duanya sama-sama suka. Banyak juga yang salah satu suka duluan. Ada yang sukses menyatakan cinta, namun ga sedikit juga yang kasih tak sampai. Kendati ditolak di ronde pertama, banyak juga yang belum putus asa. Demi targetnya, apapun bakal dia lakukan deh. Apa bener, kalo cinta terkadang tak ada logika?
Bro, Sis, cinta memang anugerah terindah yang kita miliki. Bayangin aja kalo ga ada cinta, kamu-kamu ga bakalan pernah lahir di dunia. Pernah mikir ga, seandainya ga ada cowo dan cewe yang mau untuk menikah? Wow, pasti dunia ga akan jadi seindah ini. Bahkan dunia seakan bercanda ketika melihat cerita cinta dari Kahitna. Tanpa cinta pun ga akan ada film Romeo and Juliet, Eiffel In in Love, atopun 30 hari mencari cinta. Lho, kok jadi bahas film? Salah satu naluri yang dimiliki manusia adalah gharizah an-Nau’.
Yaitu naluri untuk mempertahankan jenis. Wujud dari naluri ini adalah munculnya rasa cinta. Bisa cinta kepada lawan jenis, cinta seorang ibu kepada anaknya, cinta anak kepada anaknya, yang semua itu ga bisa hilang dari seseorang yang masih normal. Kamu normal, kan?he..he..he.. Kendati demikian, naluri seperti itu harus kamu sikapi secara bijak
Sebut saja Irwan, doi mengaku kalo sebulan yang lalu baru aja ditolak ama Acha, cewe yang sudah dua tahu dia uber-uber. Alasan Acha nolak sih, klasik banget. Dia lebih suka kalo Irwan jadi sohib deketnya. “Yah, cinta kan ga harus memiliki.” Begitu katanya singkat. Kendati demikian, usut punya usut, ternyata Irwan ga memenuhi kategori cowo idaman Acha. Kontan saja Irwan jadi sakit hati. Padahal, doi belum pernah sama sekali ngerasain yang namanya pacaran.
Lain Irwan, lain juga Sammy. Nich cowo udah bolak-balik ngerasain yang namanya mutusin atopun diputusin cewe.
Pacaran ama cewe yang biasa sampe yang borju pun udah dialamin. Segudang pengalaman yang manis dan pahit dalam pacaran juga dimilikinya. “Karena udah sering pacaran, buat aku nggak ada sulitnya untuk dapetin cewe dari jenis dan latar belakang manapun. Yang penting cantik, manis, putih, tinggi, pinter, kalo kaya artis, itu berarti Luna Maya.” Waduh, KONTAK JODOH banget nih, jawabannya.
Irwan , Sammy dan Acha adalah salah satu contoh dari ribuan kawula muda yang jadi kor-mod (baca: korban Mode). Lho, kok bisa? Iya donk. Pacaran itu kan udah jadi tren anak muda di millenium kedua. Kalo ga pacaran, itu mah kuno banget. “Hari gini, ga’ pacaran? Cape’ deeeh?!”Begitulah kiranya yang akan diucapkan Aming. Dengan adanya pacar, maka, ada satu orang yang bisa memanjakan pasangannya, yang begitu perhatian dan peduli kepadanya, menyediakan shoulder to cry on diwaktu sedih, dan yang paling penting, ada seseorang yang mau berkorban untuk memenuhi permintaan pasangannya.(Romantis banget nih, ye!) Bahkan, status jomblowan dan jomblowati menjadi sesuatu yang harus dihindari dan harus dihilangkan dengan mendapatkan pacar, sebagai lambang kemenangan dan kebanggan. Tapi apa bener, kalo pacaran bisa seasyik itu? Hmmm, gimana yach?
Pernah ga, kamu ngeliat orang yang lagi pacaran?gimana keliatannya, asyik ga? Nah, lho jangan-jangan kamu iri, ya?he..he.. just kidding, bro! waktu itu, yang diomongin cuma yang baik-baik aja. Kebiasaan yang jelek ditutup-tutupi, sedangkan yang baik, walau Cuma sedikit, diomongin, bahkan dilebih-lebihin. Kalo biasanya sholat subuh jam setengah tujuh, tapi karena yang tanya pacarnya, jawabannya jadi jam tiga.(emang ada sholat subuh jam segitu?).
Sebagai bentuk pengorbanan, kamu kudu mau nurutin permintaan pacar kamu. Saat dia minta dibeliin ini-itu, pastinya kamu malu donk, kalo ga bisa nurutin. So, mau ga mau, pas lagi jalan, kamu kudu sediain do it (baca:duit) yang cukup. Kalo cewe kamu minta makan, kamu harus beliin. Kalo minta minum, lagi-lagi kamu harus merogoh kocek. Kalo minta mobil, gimana? Wah, kalo ini sih udah kebangetan. Udah gitu, ga ada jaminan kalo pacar kamu bakalan mau nikah sama kamu. Udah dibeliin mobil, ga jadi nikah. Sebel banget, nggak sich!
Selain kerugian materi, kamu juga bakal rugi karena mendapatkan dosa dari aktivitas ilegal itu. “Lho, kok bisa?” Pernah denger ga, kalo kita dilarang mendekati zina?”Lho, tapi kita udah komit ga akan ngelakuin zina kok. Lagian pacaran kan ga selalu ndeketin zina, kan? Ya, tergantung orangnya aja”. Apa ada jaminan, kamu-kamu yang pacaran ga akan terjerumus? Ga ada kan?
Awalnya sich, emang kamu udah buat komitmen dengan pasangan kamu kalo kalian ga akan berbuat yang aneh-aneh.
Kamu pacarannya Cuma jalan bareng, itupun jauh-jauhan. Tapi pasti lama-lama juga bosen, khan. Akhirnya, mulai deh, “sepanjang jalan kenangan, kita s’lalu bergandeng tangan…” begitu kata Rani.
Kemana-mana gandengan tangan, kayaknya asyik tuch. Tapi, tetep aja namanya manusia yang normal, kamu pasti ngerasa bosen sama yang itu-itu aja. Malem minggu yang dingin pun akhirnya menjadi saksi kalian berdua dalam menjalin kasih. Ada yang boncengan pake motor –mulai yang butut ampe yang bisa ngebut-, ada yang jalan berduaan, duduk berduaan, pokoknya nempel kayak amplop ama perangko.
Udah gitu, kalian berdua memandang bintang yang berkelip di langit. Wuiih..rasanya dunia ini milik kalian berdua.(nyang laen ngontrak kali yeee!)
Ternyata malam nggak berhenti sampe disitu. Seusai nganterin cewe kamu pulang, kamu dikasih “hadiah” cipika-cipiki alias cium pipi kanan cium pipi kiri atawa dry kissing. Ups, kalo udah kebiasaan, kepingin lebih puas, terjadilah namanya wet kissing (tau, khan? Kalo ga tau, tanya sama temen disebelah kamu). Ga berhenti disitu, kemudian terjadilah tahapan-tahapan selanjutnya, hingga sesuatu yang paling buruk, yaitu ZET.i.EN.A(baca:zina). Kalo udah gitu, abiz deh kamu. Masa depan hilang, hidup pun menjadi suram.
Tuh, ga enak khan. Rasanya nggak sebanding dong kalo kita harus kehilangan waktu luang, prestasi belajar, teman sebaya atau kedekatan dengan keluarga, karena waktu, pikiran, tenaga, dan materi yang kita punya, banyak dialokasikan untuk sang pacar. Belum lagi dosa yang kita tabung selama berpacaran. Padahal pacar sendiri belum tentu bisa mengembalikan semua yang kita korbankan ketika kita kena PHK alias Putus Hubungan Kekasih. Apalagi ngasih jaminan kita selamat di akhirat. Nggak ada banget tuh. Rugi kan? Pasti, gitu lho!
Bro, Sis, meski dalam al-Quran tidak terdapat dalil yang jelas-jelas melarang pacaran, bukan berarti aktivitas baku syahwat itu diperbolehkan. Pacaran di- black list dari perilaku seorang muslim karena aktivitasnya, bukan istilahnya. Orang pacaran pasti berdua-duaan. Padahal mereka bukan mahram atau suami-istri.
Yang kayak gini yang dilarang Rasul dalam sabdanya:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (bedua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah setan” (HR Ahmad)
Kehadiran pihak ketiga alias setan sering dicuekin oleh orang yang lagi pacaran. Padahal bisikannya bisa bikin mereka gelap mata bin lupa diri. Cinta suci yang diikrarkan lambat laun ber- metamorfosis menjadi cinta birahi. Ujung-ujungnya mereka akan dengan mudah terhanyut dalam aktivitas KNPI alias Kissing , Necking , Petting , sampe Intercoursing .Dari sekadar ciuman hingga hubungan badan. Naudzubillah min dzalik ! Makanya Allah Swt. telah mengingatkan dalam firmanNya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS al-Isrâ [17]: 32)
Kalo masih ngeyel dengan peringatan Allah Swt. di atas, dijamin kesengsaraan bakal menimpa kita. Banyak kok fakta yang berbicara kalo
gaya pacaran sekarang lebih didominasi oleh penyaluran hasrat seksual. Akibatnya, secara tidak langsung pacaran turut membidani lahirnya masalah aborsi, prostitusi, hingga penyebaran penyakit menular seksual.
Karena itu, pacaran dilarang masuk dalam keseharian seorang muslim. Akur? Kudu!Pren, sejatinya cinta tetap bisa tumbuh dan terpelihara walaupun tidak diekspresikan dengan aktivitas pacaran. Karena itu, cinta tetap ada meski tanpa diwujudkan dengan pacaran. Karena cinta memang beda dengan pacaran. Buktinya banyak orang jatuh cinta, dan nggak sedikit yang memendamnya. Mereka cukup merasakan cinta di dalam hatinya. Entah karena tak kuasa mengatakannya kepada orang yang dicintainya, atau memang sengaja ingin memelihara dan merawat cintanya yang seindah lembayung senja, sampai pada suatu saat di mana kuncup itu menjadi mekar dan berbunga di taman hatinya (puitis,nih yee…). Dua alasan tadi tak perlu dipertentangkan. Karena yang terpenting adalah bahwa tanpa diekspresikan dalam aktivitas saling mencintai pun cinta tetap akan tumbuh di hati. Kenyataan ini pula yang mengukuhkan bahwa cinta tidak selalu sama dan tak sebangun dengan aktivitas mencintai. Jelas, ini mematahkan mitos selama ini yang meyakini bahwa jika jatuh cinta harus diwujudkan dengan aktivitas mencintai bernama pacaran. Ya, namanya juga mitos, bukan fakta, Bro . Lihat aja, orang yang masih melajang sampe tua, bukan berarti mereka nggak punya rasa cinta, cuma karena cinta tak mesti dieskspresikan dengan aktivitas mencintai seperti pacaran atau juga pernikahan, ga akan membuat orang itu jatuh sakit. Hanya mungkin gelisah aja karena nggak bisa berbagi cinta dengan seseorang yang bisa menyambut cintanya.Namun meski demikian, bukan berarti cinta tidak boleh diekspresikan sama sekali dalam aktivitas mencintai. Nggak juga. Ini sekadar ngasih gambaran bahwa kita jangan keburu menyimpulkan bahwa pacaran adalah jalan pintas untuk mengekspresikan cinta. Nah, kalo pun harus diekspresikan dengan aktivitas saling mencintai, tentunya hanya wajib di jalan yang benar sesuai syariat. Tul nggak? Yup, hanya melalui ikatan pernikahanlah cinta kita bisa dan halal diekspresikan dengan kekasih kita. Kalo belum siap nikah? Ya tunggu aja hingga saatnya tiba. Begitu lho. Mohon dicatat dan diingat ya, see ya amigo![s4id]